BRI BO Kisaran dan PT Inalum Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 Hijriah

SUMUTBERITA | Batu Bara – Dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergisitas antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BRI BO Kisaran dan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) menggelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 Hijriah bertempat di RM 100 Indrapura Kabupaten Batu Bara, Kamis (9/4/2026) malam.

Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh jajaran BRI yakni Catur (Area Head), Branch Office Head BRI BO Kisaran Danang P, dan Ivory (SBOH) beserta team. Sedangkan dari PT. Inalum hadir Suestyo Bayu Pramono (Kepala Divisi Keuangan dan Trasury), Septia Widi Cahyati (Manager Keuangan dan Trasury) beserta team dan keluarga.

Dalam sambutannya, Catur, selaku Area Head BRI menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal tidak hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat sinergisitas, kebersamaan dan meningkatkan komitmen dalam memberikan pelayanan dan bakti terbaik bagi masyarakat.

“Pada kesempatan Halal Bi Halal ini kami sampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada jajaran PT. Inalum beserta keluarga, semoga kiranya kegiatan ini tidak hanya sekedar tradisi tahunan saja, akan tetapi akan memperkuat silaturahmi dan sinergisitasi antar BUMN untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.” Papar Catur.

Senada, Branch Office Head BRI BO Kisaran, Danang P juga berharap kegiatan ini semakin memperkuat komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Terima kasih kepada PT. Inalum untuk sinergisitas yang terjalin baik selama ini. Hal ini menjadi salah satu wujud komitmen kerjasama antar BUMN untuk mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi serta meningkatkan daya saing dan potensi daerah,” papar Danang.

Sementara, Kepala Divisi Keuangan dan Trasury PT. Inalum, Suestyo Bayu Pramono, menyambut baik kegiatan dan menyampaikan salam dari Pimpinan serta komitmen untuk terus bersinergi membangun bangsa. 

“Kami membawa salam dan ucapan Selamat Idulfitri dari seluruh Direksi kepada jajaran BRI, mari kita terus mengambil peran serta dalam membantu masyarakat baik dalam hal kesejahteraan ekonomi untuk masyarakat. Perusahaan menyadari bahwa kelancaran pembangunan dan keberhasilan operasi tidak dapat dipisahkan dari seluruh pemangku kepentingan dan sesame BUMN, seperti halnya BRI,” pungkasnya.(red/BRI)

Arab Saudi Memandang Kesepakatan AS-Iran sebagai Potensi “Pengkhianatan Strategis”

SUMUTBERITA | “Kesepakatan Islamabad” yang berisi gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran disambut di Riyadh bukan dengan perayaan, melainkan dengan manuver dan mobilisasi yang dingin dan terencana.

Pada Rabu malam, 8 April 2026, Kerajaan Arab Saudi dilaporkan telah memicu sesi darurat Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk membahas apa yang disebut sumber sebagai skenario “Pengabaian Hormuz”.

Berikut adalah Reaksi Riyadh—respons berisiko tinggi dari ekonomi terbesar di dunia Arab terhadap rencana 10 poin Iran yang saat ini sedang dibahas.

Sementara Washington dan Teheran merayakan jeda dua minggu, keluarga Saud dilaporkan memandang “Kesepakatan Islamabad” sebagai potensi pengkhianatan strategis.

Sumber-sumber di Kementerian Pertahanan Saudi menunjukkan bahwa Kerajaan tidak akan menerima kesepakatan apa pun yang meninggalkan jalur energi paling vital di dunia di bawah pengawasan tunggal Iran.

Pertemuan Darurat GCC

Menyusul panggilan langsung antara Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan para pemimpin UEA, Kuwait, dan Bahrain, sebuah pertemuan menteri darurat telah diselenggarakan di Riyadh.

Agendanya adalah pembentukan “Gugus Tugas Maritim Teluk”—koalisi militer independen yang akan berpatroli di Selat Hormuz jika Angkatan Laut AS menindaklanjuti klausul “Penarikan” dari rencana 10 poin.

Pesannya jelas: “Kami tidak akan menjadi penonton atas pencekikan leher kami sendiri.” Riyadh memberi sinyal bahwa jika AS meninggalkan negara-negara Arab Teluk, GCC akan mengisi kekosongan tersebut, dengan atau tanpa persetujuan Barat.

Peringatan “Kiamat Energi”

Riyadh dilaporkan telah mengeluarkan memo pribadi kepada Gedung Putih dan G7 mengenai rumor “Selat Biru” (jalur aman di Selat Hormuz yang dilaporkan milik China).

Ultimatumnya: Jika pasukan Iran diizinkan untuk “memeriksa” atau “memungut tol” dari kapal-kapal tanker Arab, sementara kapal-kapal China bisa lewat dengan bebas di Selat Hormuz, maka Arab Saudi mengancam akan menangguhkan semua peningkatan produksi minyak saat ini dan mengalihkan sisa minyak “Jalur Aman” mereka secara eksklusif kepada mitra regional mereka sendiri.

Seorang diplomat senior Saudi diduga menyatakan: “Jika Selat itu milik Iran, minyak kami tetap berada di dalam tanah. Dunia dapat memutuskan apakah mereka lebih memilih ‘Rencana 10 Poin’ Iran atau ekonomi global yang berfungsi.”

Ancaman “Pergeseran Ke Timur”

Mungkin dampak “Kesepakatan Islamabad” yang paling merusak bagi AS adalah pergeseran diplomasi Arab Saudi yang dilaporkan.

Ini titik balik. Untuk pertama kalinya, Riyadh dilaporkan sedang membahas jaminan keamanan dengan Beijing, yang tidak melibatkan Amerika Serikat.

Logikanya, jika China adalah satu-satunya kekuatan yang mampu “memerintahkan” Iran untuk berperilaku baik, maka Arab Saudi memberi sinyal bahwa mereka mungkin tidak punya pilihan selain mengikuti “Model China” untuk keamanan Teluk, yang secara efektif mengakhiri 80 tahun Pakta Petrodolar-Keamanan dengan Washington.

Kesimpulan: Aliansi AS-Arab Saudi di Titik Kritis

Kesepakatan Islamabad telah menyelamatkan Teheran, tetapi mungkin telah memadamkan secara permanen aliansi AS-Arab Saudi.

Dengan menerima kerangka kerja yang memperlakukan kendali Iran atas Selat Hormuz sebagai “poin yang dapat dinegosiasikan,” Trump telah memaksa Riyadh ke sudut di mana “Pertahanan Diri” adalah satu-satunya pilihan yang tersisa.

Intinya, Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk tidak lagi menunggu memo atau arahan dari AS untuk menentukan nasib mereka. Jika AS meninggalkan Selat Hormuz pada hari Jumat, dunia Arab akan menetapkan batasannya dan langkah-langkahnya sendiri pada hari Sabtu. #

(Dinarasikan oleh Satrio Arismunandar dari sumber W&RoW)

BRI BO Kisaran Gandeng Damkar, Gelar Pelatihan Simulasi Tanggap Darurat Bencana Kebakaran

SUMUTBERITA | ASAHAN – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di lingkungan kerja khususnya kebakaran, BRI BO KIsaran menggandeng Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Asahan guna menggelar kegiatan “Sosialisasi/Simulasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di Lingkungan Kantor”.

Kegiatan yang digelar di halaman BRI BO Kisaran pada Kamis (9/4/2026) dan diikuti oleh seluruh pekerja ini, merupakan bagian dari penerapan program Business Continuity Management (BCM) yang rutin dilakukan setiap tahun oleh BRI BO Kisaran guna memastikan keberlanjutan operasional bisnis.

Para pekerja mendapatkan edukasi langsung terkait potensi bahaya kebakaran, langkah pencegahan, serta teknik dasar penanggulangan kebakaran menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Petugas Damkar Kabupaten Asahan, Arif Afdani, SE, yang menjadi narasumber utama menyampaikan pentingnya pemahaman prosedur evakuasi dan reaksi awal saat terjadi kebakaran.

“Bencana kebakaran adalah hal yang sangat mungkin terjadi di lingkungan kita. Oleh karena itu kita perlu mengetahui langkah-langkah pencegahan kebakaran, termasuk hal pertama yang harus dilakukan jika api mulai muncul. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita bersikap cepat, tenang, dan tahu prosedur yang benar,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi praktek langsung di lapangan, di mana para pekerja melakukan simulasi pemadaman api menggunakan karung goni dan APAR. Simulasi ini bertujuan membekali para petugas keamanan maupun pekerja lainnya dengan keterampilan praktis dan kesiapan mental dalam menghadapi situasi darurat.

Branch Office Head BRI BO Kisaran, Danang P, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi kepada tim Damkar yang telah memberikan edukasi dengan metode yang mudah dipahami dan aplikatif.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan kehadiran Tim Damkar Kabupaten Asahan. Kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari upaya preventif dan edukatif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan siap menghadapi risiko kebakaran,” ungkap Danang.

Dengan adanya kegiatan ini, BRI BO Kksaran kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan kerja, serta menjadikan keamanan dan keberlanjutan operasional sebagai prioritas utama. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk konkret implementasi nilai Good Corporate Governance (GCG) yang terus dijunjung tinggi oleh BRI dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.(Red/BRI)