Kinerja BRI Cabang Kisaran Tumbuh Solid, DPK dan Kredit Meningkat Sepanjang 2025

SUMUTBERITA | Kisaran – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Cabang Kisaran mencatatkan kinerja yang solid hingga akhir Desember 2025, ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.

Hingga akhir Desember 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI Cabang Kisaran tercatat mencapai Rp1,63 triliun atau tumbuh sekitar 4,2% secara tahunan (year-on-year/yoy). Struktur pendanaan juga semakin kuat, tercermin dari dana murah (CASA) yang mencapai Rp1,42 triliun atau setara dengan CASA ratio sebesar 87,11%.

Dari sisi penyaluran, kredit BRI Cabang Kisaran tercatat mencapai Rp2,88 triliun atau tumbuh sekitar 10,6% yoy. Penyaluran kredit dilakukan secara selektif dengan fokus pada sektor-sektor produktif, termasuk UMKM, sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemimpin Cabang BRI Kisaran Danang P menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi BRI dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

“Capaian ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas. Kami memastikan setiap ekspansi bisnis dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin,” ujarnya.

Danang menambahkan bahwa penguatan pada segmen produktif dan struktur pendanaan menjadi fokus utama dalam menjaga keberlanjutan kinerja.

“Ke depan, kami akan terus memperdalam pembiayaan pada sektor produktif, khususnya UMKM, serta memperkuat dana murah untuk menjaga efisiensi biaya dana. Dengan strategi tersebut, kami optimistis kinerja BRI akan tetap resilien serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah,” pungkasnya.(red)

Pemimpin Cabang BRI Kisaran Temui Ketua Serikat Pekerja BRI Kisaran, Pastikan Isu Lembur Tidak Dibayar Hoax

SUMUTBERITA | Asahan – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Kisaran menegaskan komitmennya dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis serta memastikan pemenuhan hak-hak pekerja sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Pemimpin Cabang BRI Kisaran, Danang P., dalam pertemuan bersama Ketua Serikat Pekerja BRI Kisaran guna mengklarifikasi isu yang beredar terkait dugaan lembur tidak dibayarkan kepada pekerja.

Sebelumnya beredar informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya yang menyebutkan BRI Cabang Kisaran disebut tidak membayar uang lembur karyawan hingga 2 tahun.

BRI menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks, dan seluruh hak pekerja telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif tersebut menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam mengedepankan dialog serta transparansi dalam menyikapi setiap dinamika hubungan kerja. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa informasi yang beredar di sejumlah kanal tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Danang P. menyampaikan bahwa BRI senantiasa menjalankan kebijakan ketenagakerjaan yang mengacu pada peraturan perundang-undangan serta ketentuan internal perusahaan, termasuk dalam pemenuhan hak atas upah lembur bagi pekerja yang melaksanakan pekerjaan di luar jam kerja sesuai mekanisme yang berlaku.

“BRI memastikan bahwa seluruh hak pekerja, termasuk terkait lembur, telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi yang menyebutkan adanya lembur yang tidak dibayarkan adalah tidak benar atau hoaks,” ujar Danang P.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa BRI secara konsisten membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan internal, termasuk Serikat Pekerja, guna menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, produktif, dan berkeadilan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Serikat Pekerja BRI Kisaran, Jamaluddin Ramdani menyampaikan apresiasi atas keterbukaan manajemen dalam memberikan klarifikasi serta memastikan bahwa tidak terdapat pelanggaran terkait hak pekerja sebagaimana yang diinformasikan secara tidak bertanggung jawab oleh pihak-pihak tertentu.

“Kami telah mendapatkan penjelasan secara langsung dari manajemen, dan dapat kami pastikan bahwa isu yang beredar tersebut tidak benar. Hubungan antara pekerja dan manajemen tetap berjalan dengan baik dan kondusif,” ujarnya.

BRI memahami bahwa di era digital saat ini, penyebaran informasi dapat terjadi dengan cepat. Oleh karena itu, BRI mengimbau kepada seluruh pihak untuk dapat menyaring informasi secara bijak serta mengedepankan klarifikasi melalui kanal resmi guna menghindari kesalahpahaman.

Ke depan, BRI akan terus memperkuat komunikasi internal dan eksternal guna memastikan setiap informasi yang beredar dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat maupun pekerja.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperoleh pemahaman yang tepat serta terus mendukung terciptanya hubungan kerja yang harmonis dan berkelanjutan di lingkungan BRI.(red)